5 Keunggulan dan Kekurangan PWA

Oleh Solusi Tech · April, 20 2021

5 Keunggulan dan Kekurangan PWA

"PWA atau Progressive Web App adalah sebuah teknologi yang sangat mungkin sebuah web site web site seluler mampu digunakan seperti aplikasi asli."

Apa itu PWA? PWA merupakan singkatan berasal dari Progressive Web App. Teknologi ini menarik perhatian banyak orang karena mampu mengkombinasikan kemampuan web site modern bersama dengan aplikasi native.

Dengan mengaplikasikan teknologi PWA ini pada sistem yang Anda kembangkan, sebuah usaha mampu beroleh beragam keuntungan. Meskipun demikianlah terkandung lebih dari satu kekurangan yang termasuk perlu Anda perhatikan. Untuk lebih jelasnya, berikut kami menyediakan penjelasan lengkap tentang teknologi PWA.

 

Definisi PWA (Progressive Web App)
Progressive Web App adalah sebuah teknologi yang sangat mungkin sebuah web site web site seluler mampu digunakan seperti aplikasi asli. Ketika dikembangkan, PWA bakal menggunakan sejumlah teknologi, arsitektur app shell, service workers, API, dan juga fitur web site modern lainnya sehingga PWA ini mampu bekerja seperti aplikasi asli/native pada umumnya.

Sebuah web site mampu diakui sebagai PWA jika mencukupi syarat-syarat spesifik atau punya lebih dari satu fitur yang diaplikasikan di dalamnya. Beberapa diantaranya seperti terdapatnya fitur push notifications, mampu diinstal, bekerja secara offline, enteng disinkronkan, dan masih banyak lagi.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa Progressive Web App punya karakteristik tertentu, yaitu :

  1. Progressive : PWA masih mampu bekerja di browser lama namun bakal bekerja secara optimal jika dibuka menggunakan web site browser terbaru.
  2. Discoverable : konten di dalam PWA mampu ditemukan di halaman search engine
  3. Linkable : enteng dibagikan melalui link URL
  4. Network mandiri : senantiasa mampu dibuka secara offline atau bersama dengan koneksi internet yang buruk
  5. Installable : PWA mampu ditampilkan pada home screen perangkat Anda.
  6. Progressive Web App yang udah terinstal di perangkat mampu langsung Anda pergunakan tanpa perlu terhubung tab web site browser lebih-lebih dahulu. Anda lumayan mencarinya berasal dari perangkat, dan PWA bakal diluncurkan melalui taskbar, dock, shelf, atau homescreen perangkat Anda.

Selain itu, Anda mampu mempergunakan app switcher untuk beralih berasal dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain sehingga Anda mampu merasakan bahwa PWA bekerja seperti aplikasi native yang Anda unduh dan instal di perangkat.

  1. Re-engageable : meningkatkan keterlibatan bersama dengan pengguna karena punya kemampuan untuk mengirim notifikasi pemberitahuan saat ada Info atau konten baru.
  2. Responsive : mampu berfungsi bersama dengan baik di perangkat apa-pun bersama dengan beragam ukuran layar.
  3. Safe : menggunakan protokol HTTPS sehingga mampu hindari akses berasal dari pihak yang tidak sah.

 

Contoh-contoh PWA
Sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang sukses bersama dengan menghadirkan teknologi PWA. Berikut lebih dari satu di antaranya.

  1. VIP PLAZA
    VIP Plaza merupakan keliru satu perusahaan besar yang bergerak pada bidang fashion. Perusahaan ini mengembangkan teknologi PWA untuk beri tambahan kemudahan pada pelanggannya saat mencari keperluan yang mereka cari seperti pakaian, sepatu, jam tangan, aksesori, dan lain-lain.

    Dengan Progressive Web App, pelanggan VIP Plaza mampu berbelanja bersama dengan enteng langsung berasal dari perangkat selulernya. Pelanggan termasuk tidak perlu menginstal PWA yang mana mampu sebabkan performa smartphone menurun karena mampu dibuka bersama dengan enteng melalui web site browser.

    Setelah sistem PWA ini dikembangkan, VIP Plaza beroleh peningkatan jumlah visitor. Selain itu, keuntungan usaha termasuk mengalami peningkatan karena pengaplikasian teknologi ini.

  2. Starbucks
    Siapa yang tidak mengenal Starbucks? Perusahaan ini punya kedai kopi terbesar di dunia. Untuk meningkatkan layanannya, pada tahun 2017 Starbuck meluncurkan Progressive Web App.

    Melalui sistem ini, pelanggan mampu melihat menu, memesan kopi, mengetahui Info nutrisi, mendapatkan store di lokasi pelanggan, dan masih banyak lagi. Dengan banyak ragam kemudahan tersebut, sehabis 1 tahun PWA diluncurkan, Starbuck memberitakan bahwa ada peningkatan 2x lipat lebih besar untuk pengguna aktif harian. Pelanggan banyak yang melakukan pemesanan melalui desktop bersama dengan kecepatan yang hampir mirip bersama dengan browser di seluler.

    Selain itu, PWA Starbuck termasuk tidak membutuhkan data storage yang kecil yaitu kira-kira 233 KB. Berbeda bersama dengan aplikasi iOS yang membutuhkan kapasitas sebesar 148 MB sedangkan di Android membutuhkan kapasitas sebesar 6.8 MB.

  3. Flipkart Lite
    Situs web site e-commerce yang berbasis di India bernama Flipkart beroleh tingkat konversi 70% lebih besar sehabis mengaplikasikan PWA. Karena lebih dari satu besar pengguna Flipkart punya koneksi internet yang buruk, maka menghadirkan PWA merupakan solusi yang tepat.

    Selain itu, aplikasi PWA berasal dari Flipkart termasuk menghasilkan lebih dari satu keuntungan lain untuk perusahaannya, yaitu :
    1. re-engagement 40% lebih tinggi
    2. pelanggan 3 kali lebih banyak menggunakan PWA daripada aplikasi native
    3. sebesar 60% pelanggan yang sebelumnya meng-uninstal aplikasi native ulang terhubung fasilitas Flipkart melalui PWA yang mereka kembangkan.

  4. Twitter
    Twitter meluncurkan PWA pada tahun 2017. Sebagian besar pengguna Twitter adalah pengguna seluler, sehingga PWA mampu menjadi keliru satu solusi yang baik sehingga penggunaannya tidak mengurangi performa smartphone yang digunakan.

    PWA punya Twitter ini punya fitur push notifications, mampu dibuka saat offline, dan juga mampu ditambahkan pada halaman home screen. Dengan kemampuan tersebut, Twitter beroleh peningkatan sebanyak 65% pada halaman setiap sesi, peningkatan 75% untuk Tweet sent, dan bounce rate yang berkurang sebanyak 20%.

 

5 Keunggulan dan Kekurangan PWA

Keunggulan PWA

  1. Mendapat lebih banyak pengguna
    Perusahaan yang hanya mengembangkan aplikasi native mampu beroleh lebih banyak user bersama dengan menyediakan PWA. Alasannya, PWA mampu ditemukan di halaman pencari Google, pengguna tidak perlu menginstall aplikasi untuk menggunakannya, dan juga mampu dibuka bersama dengan koneksi internet yang tidak baik atau lebih-lebih secara offline.

    Selain itu, karena PWA berupa web site web, maka Anda mampu melakukan optimasi SEO sehingga lebih enteng ditemukan oleh pelanggan Anda.Dengan lebih dari satu kelebihan tersebut, peluang untuk beroleh user pasti bakal lebih tinggi daripada aplikasi native biasa.

  2. Meningkatkan konversi
    Sudah banyak perusahaan yang mengembangkan PWA dan sukses beroleh konversi yang lebih tinggi. Salah satunya seperti perusahaan Alibaba yang mampu meningkatkan konversi kira-kira 76 prosen bersama dengan PWA karena user tidak perlu mengunduh aplikasi.

    Selain itu, PWA termasuk sangat mungkin perusahaan untuk mengirim notifikasi atau pemberitahuan menarik untuk penggunanya. Seperti keterangan produk terbaru, diskon, promo, atau yang lain. Dengan demikian, pengguna bakal lebih enteng untuk menerima penawaran berasal dari perusahaan sehingga konversi yang dihasilkan jauh lebih tinggi.

  3. Tidak perlu instalasi
    Aplikasi native pada umumnya perlu diunduh dan dipasang lebih-lebih dahulu berasal dari App Store. PWA bekerja tanpa instalasi dan mampu dibagikan bersama dengan orang lain melalui URL. Jadi, Anda tidak perlu meng-submit PWA ke dalam app store. Meskipun tidak membutuhkan instalasi, namun Anda mampu beri tambahan PWA ke layar homescreen perangkat menggunakan manfaat add-to-home.

  4. Membutuhkan sedikit area penyimpanan
    Aplikasi native umumnya membutuhkan data store yang besar saat diinstal di perangkat. Meskipun user ingin menggunakan aplikasi tersebut, namun jika perangkat tidak punya area yang cukup, aplikasi senantiasa tidak bakal digunakan. Berbeda bersama dengan PWA yang membutuhkan sedikit area penyimpanan sehingga tidak bakal turunkan performa smartphone yang digunakan.

    Selain itu, PWA menggunakan service workers untuk mengelola requests, caching, dan penyimpanan data shell. Hasilnya, aplikasi bakal dimuat lebih cepat daripada aplikasi native.

  5. Lebih irit cost dan tenaga
    PWA mampu menghemat waktu, uang, dan tenaga Anda. Sistem PWA dikembangkan hanya sekali, sedangkan aplikasi native membutuhkan dua pengembangan yang dijalankan secara terpisah yaitu untuk iOS dan untuk Android.


Kekurangan PWA

  1. Beberapa fitur tidak ada di iOS
    Meskipun PWA support multiple OS, namun PWA termasuk punya kelemahan. Ketika digunakan di iOS, fitur add to home screen dan push notification tidak mampu ditampilkan. Meskipun performa PWA di iOS udah makin lama ditingkatkan, namun manfaat yang disajikan masih kalah baik bersama dengan OS Android.

  2. Tidak punya fitur dan kinerja sebaik aplikasi native
    PWA punya manfaat yang terbatas. Jika dibandingkan bersama dengan aplikasi native, PWA punya fitur yang jauh lebih sedikit. PWA termasuk tidak punya akses ke fitur perangkat seluler sebanyak aplikasi native.

    Berbicara persoalan kinerja, aplikasi native termasuk punya kinerja paling baik karena aplikasi berikut secara spesifik dikembangkan untuk digunakan pada perangkat tertentu. Oleh karena itu, aplikasi native mampu menggunakan alat dan teknologi spesifik yang disajikan oleh OS target.

  3. UX yang tidak sebaik aplikasi native
    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, PWA punya keterbatasan fitur lebih-lebih untuk pengguna iOS. Hal berikut pasti bakal memberi efek pada user experience atau pengalaman pengguna yang kurang optimal.

    Dragging, pinching, atau swapping merupakan bagian berasal dari UX yang baik, namun sejauh ini PWA belum mampu beri tambahan pengalaman yang mirip bersama dengan aplikasi native.

  4. Tidak mampu ditemukan di App Store
    Point ini sebetulnya mampu menjadi keuntungan dan kerugian. Di satu sisi, pihak pengembangn tidak perlu meng-submit PWA ke app store untuk mampu digunakan pelangganya. Namun, prilaku lebih dari satu besar pengguna masih mencari aplikasi yang diinginkan melalui app store. Karena PWA tidak didistribusikan melalui app store, hal ini mampu menjadi tantangan untuk usaha Anda.

  5. Teknologi baru
    Progressive web site app pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015. Jadi, untuk pas ini teknologi PWA mampu dikatakan relatif baru. Masih sedikit developer yang punya skill untuk mengembangkan teknologi ini.


Progressive web site app sebetulnya merupakan teknologi baru. Namun udah banyak perusahan-perusahaan besar yang capai kesuksesan bersama dengan mengembangkan sistem tersebut. Terlepas berasal dari lebih dari satu kekurangan, PWA mampu menjadi solusi bagi sebuah usaha untuk menjangkau pelanggan secara lebih luas.

pwa Progressive Web App seo mobile

PROMO LANDING PAGE