Aturan Perekrutan Penjual Langsung Melalui Sistem Jaringan

Oleh Solusi Tech · April, 18 2021

Aturan Perekrutan Penjual Langsung Melalui Sistem Jaringan

Sebagaimana yang tertulis pada Pasal 5 huruf d (Permendag No. 70 Tahun 2019), tentang persyaratan perusahaan atau pelaku usaha distribusi penjualan langsung. Yaitu, perusahaan, "melakukan perekrutan Penjual Langsung melalui sistem jaringan".

Untuk itu, pemerintah mengakibatkan peraturan di dalam hal, perekrutan Penjual Langsung melalui sistem jaringan. Supaya, terhindar berasal dari hal-hal yang dilarang dilakukan oleh perusahaan yang menerapkan sistem penjualan langsung.

Pada Pasal 12, memastikan lagi di dalam jalankan perekrutan Penjual Langsung melalui sistem jaringan sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 5 huruf d, Perusahaan mesti memberikan keterangan secara lisan dan tertulis dengan benar kepada calon Penjual Langsung paling sedikit mengenai:

  1. Identitas perusahaan.
  2. Mutu dan spesifikasi Barang.
  3. Kondisi dan jaminan Barang dan juga memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaannya.
  4. Program Pemasaran (Marketing Plan).
  5. Kode etik.


Setiap perusahaan perlu memberikan Info bersama benar mengenai identitas perusahaan. Mengapa ini penting? Karena setiap calon Penjual Langsung perlu mengerti latar belakang perusahaan.


Aturan Perekrutan Penjual Langsung
Pada Pasal 13 ditegaskan kembali, Perusahaan yang sudah laksanakan perekrutan Penjual Langsung sebagaimana dimaksud didalam Pasal 12 didalam laksanakan aktivitas usaha Penjualan Langsung wajib:

  1. memberi tambahan tenggang selagi sepanjang 10 (sepuluh) hari kerja juga sejak tanggal pendaftaran kepada tiap tiap Penjual Langsung untuk melanjutkan atau membatalkan keanggotaannya sebagai Penjual Langsung dengan mengembalikan alat bantu penjualan (starter kit) yang udah diperoleh dalam suasana seperti semula.
  2. memberikan alat bantu penjualan (starter kit) kepada tiap tiap Penjual Langsung yang paling sedikit berisikan info berkenaan Barang, Program Pemasaran (Marketing Plan) dan kode etik.
  3. memastikan kegiatan yang dilaksanakan oleh Penjual Langsung cocok dengan Program Pemasaran (Marketing Plan) dan kode etik.
  4. mencantumkan label pada barang dan/atau kemasan yang berisi paling sedikit nama Perusahaan dan info bahwa Barang dijual dengan proses Penjualan Langsung.
  5. menetapkan harga Barang yang dijual dalam mata duwit Rupiah dan berlaku untuk Penjual Langsung dan Konsumen.
  6. memberikan Komisi dan/atau Bonus cocok dengan yang diperjanjikan.
  7. memberikan tenggang selagi kepada Konsumen untuk mengembalikan Barang dengan jangka selagi 7 (tujuh) hari kerja juga sejak Barang diterima, seandainya ternyata Barang selanjutnya tidak cocok dengan yang diperjanjikan.
  8. memberi kompensasi, tukar rugi dan/atau penggantian atas kerugian yang ditimbulkan akibat penggunaan, pemakaian, dan penggunaan Barang yang diperdagangkan.
  9. melaksanakan pembinaan dan pelatihan untuk menambah kekuatan dan pengetahuan para Penjual Langsung, supaya melakukan tindakan dengan benar, jujur, dan bertanggung jawab paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.
  10. memberikan peluang yang mirip kepada semua Penjual Langsung untuk berprestasi dalam memasarkan Barang.
  11. membeli ulang Barang, bahan promosi (brosur, katalog, atau leaflet), dan alat bantu penjualan (starter kit) yang dalam suasana layak jual dengan harga senilai harga pembelian awal Penjual Langsung ke Perusahaan dengan dikurangi ongkos administrasi paling banyak 10% (sepuluh persen) dan nilai tiap tiap kegunaan yang udah diterima oleh Penjual Langsung terkait dengan pembelian Barang tersebut, seandainya Penjual Langsung mengundurkan diri atau diberhentikan oleh Perusahaan.
  12. memiliki daftar Penjual Langsung yang jadi anggota jaringan pemasarannya yang dilengkapi dengan information identitas Penjual Langsung dimaksud.
  13. menjual Barang yang udah memiliki izin edar atau udah mencukupi ketetapan standar kualitas cocok dengan ketetapan keputusan perundang-undangan.


Aturan tersebut merupakan kewajiban yang perlu dilaksanakan oleh perusahaan. Sehingga tiap tiap perusahaan perlu memeriksa kembali, proses rekrutmen mereka. Apakah telah cocok dengan peraturan atau belum.

Sebagai perusahaan MLM perlu miliki sebuah proses yang menyesuaikan hal itu. Mungkin, Anda belum tahu dengan software apa yang digunakan untuk memicu proses jaringan. Anda mampu memanfaatkan jasa Layanan Kami SolusiTech.

Kami telah mengerjakan banyak proyek pembuatan software MLM. Ada berbagai proses jaringan yang mampu Anda terapkan.

Diantaranya, Sistem Binary Plan (Optimasi Pertumbuhan), Unilevel Plan (Optimasi Omset), Hybrid Plan (Growth Plan), Sistem Matrix Plan (Optimasi Jaringan), Board Plan (Optimasi Limit Grup), dan Kustomisasi Plan cocok Keinginan Klien.

Anda idamkan berkonsultasi pembuatan software MLM, hubungi kita sekarang.

jaringannetworkingmlmpenjualanmarketingmarketing plan

PROMO LANDING PAGE