BEP atau Break Even Point merupakan patokan yang pada umumnya digunakan untuk menentukan apakah usaha Anda mengalami kerugian atau laba. Di dalam menghitung BEP, sanggup dikatakan ringan-enteng susah sebab segudang hal detail yang wajib dipahami. jika bisnis seseorang mengalami break even point bisnis tersebut
Break Even Point (BEP) adalah sebuah keadaan corporate dimana bersama situasi itu corporate bukan mengalami kerugian tapi juga corporate bukan memperoleh keuntungan supaya berjalan ekuilibrium atau impas.
Hal ini sanggup berjalan bila corporate di dalam pengoperasiannya kenakan biaya terus dan volume penjualannya sekedar lumayan untuk menutup biaya terus dan biaya variabel.
Dari pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa BEP adalah suatu perusahaan yang tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.
Break Even Point digunakan untuk menganalisis proyeksi telah sejauh mana banyaknya jumlah unit yang diproduksi atau sebanyak apa uang yang kudu diterima untuk meraih titik impas atau ulang modal.
faktor-faktor yang tidak mendukung kesuksesan bisnis adalah, yang bukan salah satu penyebab gagalnya seorang pelaku bisnis dalam menjalankan usaha adalah, yang bukan salah satu penyebab kegagalan seorang pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya adalah, yang bukan salah satu alasan kegagalan pebisnis saat menjalankan bisnis adalah
Manfaat BEP
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ada 7 manfaat BEP
- Mencegah perusahaan merugi karena dapat mengetahui berapa jumlah produk terjual berapa jumlah modal terkumpul
- Perusahaan juga bisa tahu berapa produk yang keluar dan berapa pendapatan dari penjualan dari produk tersebut
- Dengan adanya BEP perusahaan bisa melihat kerugian agar bisa dicegah
- Perusahaan bisa mendapatkan keuntungan karena bisa menentukan apa yang laku di pasaran
- Bisa menjadi buku untuk menyelesaikan masalah perusahaan terkait produksi dan investasi
- Bisa membantu perusahaan membuat keputusan terkait produk, apakah baik dipertahankan atau dihapus
- Bisa mengetahui dampak dari perubahan harga jual produk, biaya produksi barang dan apa yang bisa laku di pasaran
Rumus Break Even Point (BEP)
Ada dua jenis rumus yang dapat Anda gunakan untuk menganalisis BEP
- Unit Dasar
Berapa jumlah barang atau jasa yang harus dihasilkan untuk mendapat titik impas: BEP = FC / (P-VC) - Dasar Penjualan
Berapa Rupiah nilai penjualan yang harus diterima untuk mendapat titik impas: FC / (1 - (VC/P))* Penghitungan (1 – (VC/P))
Istilah ini juga bisa disebut dengan Margin Kontribusi Per Unit.
Cara Menghitung Break Even Point (BEP)
Ada tiga cara untuk menghitung BEP yang dapat Anda gunakan. Masing masing cara bisa anda terapkan dalam masalah yang berbeda tergantung kebutuhan perusahaan. Tiga cara tersebut adalah menggunakan metode persamaan, metode margin kontribusi, dan metode grafik.
- Metode Persamaan
Metode ini digunakan dengan menggunakan data laporan laba rugi perusahaan. Ada tahapan untuk menghitung yang harus Anda ketahui. Yakni dengan rumus berikut:- Tentukan jumlah barang yang harus diproduksi untuk mencapai target BEP
- Gunakan rumus: BEP unit = Total Biaya Tetap (Fixed Cost) / (Harga Jual Per Unit Produk – Biaya Variabel Setiap Unit Produk)
- Lalu, dilanjutkan dengan rumus di bawah ini untuk mengetahui pendapatan yang diterima dari titik impas
- BEP rupiah = Total Biaya Tetap (Fixed Cost)/(1 – Biaya Variabel Setiap Unit Produk / Harga Jual Per Unit)
- Metode Kontribusi Unit
Metode ini digunakan agar perusahaan bisa mengetahui berapa keuntungan yang di dapat dari produk yang dijual. Anda dapat menganalisis dengan rumus berikut:- Margin Kontribusi Unit = Pendapatan – Biaya Variabel (Variable Cost)
- Rasio Margin Kontribusi = Margin Kontribusi/Penjualan
- Kemudian, dilanjutkan dengan menggunakan rumus berikut: BEP Unit = Biaya Tetap / Margin Kontribusi Per Unit
- Metode Grafik
Grafik BEP dapat memberikan dampak besar bagi perusahaan. Grafik sendiri dapat mempermudah pengusaha untuk mengevaluasi perubahan penjualan tahun lalu dan tahun yang akan datang. Grafik ini akan menunjukkan titik impas perusahaan. Sumbu X menggambar akan volume penjualan, sementara sumbu Y menggambarkan biaya.
Kesimpulan
BEP ini wajib ada di sebuah perusahaan karena perannya begitu penting. Meskipun tidak di pungkiri kerugian itu adalah hal yang pasti tetapi dengan adanya BEP ini mampu memperkecil peluang merugi.
Ayo Konsultasi
Via WhatsApp?
Via WhatsApp?