Pengertian Unicorn, Berkenalan Dengan Startup Unicorn Indonesia

Oleh Solusi Tech · April, 18 2021

Pengertian Unicorn, Berkenalan Dengan Startup Unicorn Indonesia

Perkembangan dunia bisnis di semua dunia pas ini mengalami kemajuan yang terlampau pesat. Banyak sekali perusahaan rintisan atau biasa disebut bersama startup telah tumbuh dan berkembang bersama cepat, terlebih di Indonesia. Istilah unicorn tentu telah kerap kami dengarkan akhir – akhir ini.

Namun, apakah kamu telah menyadari apa itu unicorn? Jika belum, maka kami akan membahasnya untuk menaikkan wawasan kamu di dunia startup digital. Selain mengkaji lebih dari satu perihal perihal unicorn startup, kami terhitung akan mengimbuhkan informasi mengenai bersama lebih dari satu tingkatan bisnis startup.


Pengertian Unicorn

Istilah unicorn berasal dari spesies kuda putih dalam mitologi bangsa barat yang dideskripsikan punyai tanduk terhadap dahi. Perusahaan atau startup yang memperoleh gelar unicorn adalah bisnis yang punyai nilai valuasi mencapai USD$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Hewan unicorn dijadikan sebagai konteks perusahaan startup karena punyai kesamaan bersama unicorn sendiri, di mana jarang sekali sebuah perusahaan yang mencapai nilai valuasi mencapai USD$ 1 juta dan kemungkinan terdengar mustahil.


6 Tingkatan Bisnis Startup
Di dalam pertumbuhan bisnis startup pas ini, terdapat lebih dari satu tingkatan sebuah perusahaan diukur dari nilai valuasinya. Berikut merupakan lebih dari satu level bisnis perusahaan digital yang dikategorikan dalam perihal ini, meliputi:

  1. Cockroach
    Cockroach atau dalam bhs Indonesia disebut bersama kecoa merupakan level pertama dari bisnis startup. Nilai dari valuasi startup cockroach mencapai tidak cukup dari USD$ 10 juta atau tidak cukup dari Rp 14,7 miliar.

    Ciri – ciri dari perusahaan ini kebanyakan tergolong ke dalam ekosistem awal dari startup. Perusahaan masih dibilang berantakan bersama pengeluaran yang rendah. Kemudian, proses adaptasi bersama lingkungan pasar yang tidak menentu jadi segi penting perusahaan tergolong ke dalam tingkatan kecoa.

  2. Pony
    Yang kedua, yaitu perusahaan level pony. Startup pony punyai nilai valuasi lebih dari USD$ 10 juta hingga USD$ 100 juta. Pada tingkatan ini punyai persaingan bisnis yang terlampau sulit.

    Dimana, banyak sekali perusahaan yang tumbuh, serta kurangnya sumber kekuatan yang dimiliki, dan persaingan pasar yang terlampau ketat. Sehingga level pony dikatakan sebagai tingkatan yang paling ganas.

  3. Centaurs
    Tingkatan yang ketiga, dinamakan sebagai level centaurs. Nama startup centaur diambil alih dari mitologi Yunani kuno yaitu perwujudan makhluk 1/2 manusia, dan 1/2 kuda. Namun, di dalam pengetahuan perbintangan, dideskripsikan sebagai sebuah rasi bintang centaurus, dan terlihat terhadap astrologi bintang zodiak, sebagai sagitarius.

    Nilai valuasi yang dimiliki sekitar USD$ 100 juta hingga tidak cukup dari USD$ 1 miliar. Menurut information dari Daily Social Research, di benua Asia terdapat 70 startup centaur yang punyai nilai valuasi lebih dari 100 juta dollar. Dan di Indonesia, terdapat 27 startup centaur atau sekitar 38% dari keseluruhan perusahaan centaur di Asia.

  4. Unicorn
    Pada tingkatan yang keempat, dinamakan bersama unicorn. Seperti penjelasan yang telah kami paparkan, unicorn punyai nilai valuasi antara USD$ 1 miliar hingga USD$ 10 miliar. Ekosistem dari unicorn startup masih terbilang langka dan terlampau susah untuk mencapai tingkatan ini.

    Di Indonesia, telah terdapat lebih dari satu perusahaan startup yang mampu mencapai level unicorn. Jika dirupiahkan, nilai valuasi mampu mencapai sekitar 10,47 triliun rupiah. Contoh startup unicorn Indonesia adalah Tokopedia, Gojek, Bukalapak, OVO, Traveloka, dan JD.id.

  5. Decacorn
    Tingkatan selanjutnya, yaitu level decacorn. Startup decacorn diambil alih dari penggambaran kuda yang punyai sayap atau kerap disebut bersama pegasus. Nilai valuasi dari perusahaan level decacorn mencapai lebih dari USD$ 10 miliar hingga tidak cukup dari USD$ 100 miliar.

    Jika dirupiahkan, mampu mencapai 147 triliun rupiah lebih. Pada tahun 2019 lalu, Gojek secara resmi mengumumkan bahwa nilai valuasinya masuk ke dalam tingkatan decacorn. Biasanya untuk mencapai tingkatan ini membutuhkan investor yang punyai aset yang terlampau besar.

  6. Hectocorn
    Dan tingkatan yang paling akhir adalah hectocorn. Istilah hectocorn sendiri merupakan salah satu bentuk penggambaran dari naga. Nilai valuasi dari startup hectocorn mencapai lebih dari USD$ 100 miliar atau sekitar 1.470 triliun rupiah. Saat ini terdapat perusahaan hectocorn dari Cina, yaitu Alipay yang masuk dalam level ini bersama nilai valuasi mencapai 150 miliar dollar.


Startup Unicorn di Indonesia
Berikut ini merupakan beberapa contoh dari unicorn startup Indonesia yang memiliki nilai valuasi mencapai 10 triliun rupiah lebih.

  1. Gojek
    Gojek merupakan perusahaan pertama dari Indonesia yang berhasil mencapai tingkat unicorn. Gojek pertama kali didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010, tepatnya di Jakarta. Sekitar tahun 2015, Gojek membuat terobosan dengan menawarkan tiga jenis layanan, yaitu GoSend, GoRide, dan GoMart.

    Banyak sekali investor yang menanamkan investasi pada perusahaan ini. Gojek sendiri telah mendapat suntikan dana hingga 18 triliun rupiah yang membuat startup yang bergerak di bidang jasa transportasi umum ini menjadi startup unicorn, bahkan saat ini sudah masuk pada level decacorn.

  2. Traveloka
    Perusahaan yang kedua, ditempati oleh Traveloka. Pada tahun 2012, Traveloka pertama kali didirikan oleh tiga orang founder, yaitu Ferry Unardi, Derianto Kusuma, serta Albert Zhang. Startup ini merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan jasa layanan tiket pesawat, kereta, hotel (penginapan), dan lainnya secara online.

    Saat ini pun, Traveloka juga dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik, air, pulsa dan lain sebagainya. Traveloka dinobatkan masuk ke dalam unicorn setelah mendapatkan suntikan dana dari perusahaan Expedia mencapai USD$ 350 juta pada tanggal 27 Juli 2017.

  3. Tokopedia
    Perusahaan yang ketiga tentunya sangat tidak asing lagi di seluruh masyarakat tanah air. Benar, Tokopedia termasuk ke dalam startup unicorn yang bergerak dalam bidang platform transaksi jual beli online atau sering disebut dengan e-commerce.

    Tokopedia didirikan pada tahun 2009 oleh dua orang yang bernama William Tanuwijaya, dan Leontinus Alpha Edison. Menurut sumber dari website Tirto.id, salah satu faktor yang membuat Tokopedia masuk dalam jajaran perusahaan unicorn dikarenakan mendapat investasi besar dari perusahaan e-commerce raksasa dari Cina, yaitu Alibaba.

    Total investasi yang dikeluarkan sebesar USD$ 1.1 miliar. Angka tersebut terbilang sangat fantastis dan membuka persaingan di antara berbagai platform jual beli online di Indonesia.

  4. Bukalapak
    Bukalapak juga termasuk ke dalam salah satu situs jual beli online seperti Tokopedia yang berhasil masuk pada level unicorn startup. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 oleh Achmad Zaky, Fajrin Rasyid, dan Nugroho Herucahyono.

    Pada tanggal 15 Februari 2014, Bukalapak mendapatkan investor sebanyak 500 startup yang merupakan venture capital, dan berada di San Fransisco, Amerika. Saat ini, Achmad Zaky selaku CEO dari Bukalapak mengundurkan diri dari jabatannya dan digantikan oleh Rachmat Kaimuddin.

  5. OVO
    Salah satu dompet digital yang sangat populer dan banyak digunakan di Indonesia adalah OVO. Saat ini, OVO telah menyandang gelar unicorn Indonesia karena nilai valuasinya yang cukup besar.

    Startup ini dinaungi oleh Lippo Group dan merupakan platform pembayaran digital yang sangat sukses dan berkembang dengan cepat. Pada tahun 2019, OVO mengumumkan pertumbuhan jumlah pengguna hingga 400%.

  6. JD.id
    Perusahaan terakhir yang mendapatkan gelar sebagai startup unicorn Indonesia adalah JD.id. Dari laporan situs DailySocial, mengatakan bahwa JD.id memiliki nilai valuasi mencapai 1 miliar dollar AS.

    JD.id sendiri pertama kali beroperasi pada tahun 2015 sebagai startup yang bergerak di bidang e-commerce. Untuk saat ini, JD.id menawarkan jasa layanan pengiriman yang telah mencapai 365 kota di seluruh Indonesia dengan ribuan armada yang telah dipersiapkan untuk mengirimkan barang menuju pelanggan atau konsumen mereka.


Kesimpulan

  1. Unicorn adalah salah satu tingkatan usaha startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar Amerika. Perusahaan yang juga di dalam unicorn, umumnya memiliki investor yang amat besar untuk tingkatkan valuasi sebuah perusahaan.
  2. Terdapat 6 tingkatan usaha perusahaan, yakni level cockroach, pony, centaurs, unicorn, decacorn, dan hectocorn.
  3. Untuk sekarang, terdapat 6 unicorn Indonesia yang memiliki yang masuk pada tingkatan yang keempat. Yaitu, Gojek, Traveloka, Tokopedia, OVO, JD.id, dan Bukalapak.

unicorn investor saham startup digital startup indonesia website aplikasi sistem pengembang

PROMO LANDING PAGE