Tips Memilih Investasi Aman untuk Pemula

Tips Memilih Investasi Aman untuk Pemula

Investasi kini semakin digandrungi oleh berbagai pihak, mulai dari kalangan menengah hingga kalangan atas. Hal itu tentu merupakan satu hal yang baik, namun jika tidak dibarengi bekal pengetahuan, tentu hal itu akan membahayakan.

Berikut akan kami jelaskan tentang konsep dasar dan tips memilih investasi yang aman.

Konsep Dasar

Investasi itu penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan dalam produksi yang digunakan selama periode tertentu. Investasi juga berarti memangkas sejumlah uang untuk dinikmati di masa yang akan datang.

Terdapat dua tujuan dalam melakukan investasi. Pertama, menciptakan pohon uang. Setiap manusia memiliki impian yang bermacam-macam. Dengan pohon uang, impian tersebut dapat dicapai dengan menyisihkan pendapatan di waktu sekarang. Adanya pohon ini juga lebih ke menyejahterakan kondisi dari setiap investor yang ada. Kedua, mengalahkan inflasi. Seperti yang kita ketahui, inflasi adalah penurunan nilai mata uang dalam kondisi waktu tertentu. “Dengan investasi, penurunan tersebut dapat kita cegah,” perlu diketahui kegiatan investasi tidaklah sama dengan menabung Dua bentuk investasi secara umum yaitu investasi properti dan ekuitas. Diungkapkan investasi dalam ranah properti lebih kepada bentuk tanah, emas, dan rumah. Akan tetapi, dalam berinvestasi di bentuk itu memiliki tantangan tersendiri. “Tanah misalnya, dalam transaksi bentuk properti dibutuhkan kesabaran tersendiri untuk menarik minat pihak lainnya,” Sementara untuk investasi dalam bentuk ekuitas lebih ke kepemilikan saham oleh seseorang. Berbeda dengan bentuk sebelumnya, berinvestasi dalam bentuk ekuitas cenderung fleksibel “ketika punya barang atau uang, pencairannya cenderung lebih cepat dibanding yang lainnya,”

Produk Pasar Modal

Di dalam pasar modal itu sendiri terdapat banyak produk-produk investasi. Salah satu produknya yakni saham. Saham merupakan kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan. Ketika berinvestasi pada sektor saham, secara kepemilikan investor memiliki hak dari setiap perusahaan. Tidak hanya kepemilikan, investor di sektor saham juga akan diikutkan aktivitas besar perusahaan tersebut. Rapat pemegang saham misalnya, tergantung dari porsi kita ke perusahaan itu.

Produk lain dari pasar modal yakni reksadana. Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi. Kemudian, reksadana itu sendiri terbagi menjadi empat jenis: reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Dari keempat jenis tersebut dipaparkan memiliki porsi dana yang berbeda-beda. Profit dari reksadana itu sendiri adalah keuntungan dari peningkatan harga produk yang ditransaksikan.

Bagi pemula, disarankan untuk berinvestasi di reksadana pasar uang dan pendapatan tetap. Hal itu dikarenakan secara tingkat risiko keduanya memiliki risiko yang cenderung rendah. Berbeda dengan campuran dan saham yang memiliki risiko yang tinggi. Reksadana saham itu cenderung mengikuti fluktuasi yang ada di pasar saham.

 

Tips Memilih Investasi yang Aman Untuk Pemula

Setiap produk investasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka dari itu, kita harus bisa mencari kelebihan dan kekurangan dari produk investasi tersebut sesuai dengan kebutuhan investasi yang diinginkan.

Untuk mencari kekurangan dan kelebihan pada suatu produk investasi, kita diwajibkan untuk mengenal produk investasi tersebut. Ada baiknya, dalam memilih investasi, dengan melakukan investasi pada produk-produk investasi yang banyak ditawarkan oleh lembaga keuangan yang disertai dengan prinsip kehati-hatian. Selain itu, investasi yang aman biasanya selalu dilindungi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Di sisi lain, produk investasi yang ditawarkan juga harus memiliki badan hukum dan izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Berikut  tips yang bisa diterapkan untuk terhindar dari investasi ilegal (bodong).

  1. imbal hasil yang ditawarkan haruslah masuk akal dan logis. Di mana semua investasi memiliki risiko yang setara dengan potensi imbal hasil.

  2. perhatikan lisensi dan perijinan. Lembaga pengelola investasi harus memiliki izin usaha yang sesuai dan izin pengelola investasi harus dari OJK langsung.

  3. skema sumber hasil investasi harus jelas (tidak boleh ambigu).

  4. lembaga keuangan yang menawarkan produk investasinya harus memiiki laporan keuangan yang transparan dan rinci.

Dalam berinvestasi, harus mengenal istilah “high risk, and high return” yang artinya jika ingin memperoleh keuntungan yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula. Tidak ada investasi yang ditawarkan tanpa risiko didalamnya. Kalaupun ada, mungkin anda sedang ditawari investasi bodong dengan iming-iming imbal hasil yang tidak masuk akal.

Kesimpulan

Jangan takut untuk berinvestasi asalkan itu jelas dan yang aman itu pasti dilindungi oleh lembaga negara,berinvestasi untuk masa depan.

Ayo Konsultasi
Via WhatsApp?
 Hubungi via WhatsApp