ROI atau Return OF Investment Merupakan rasio pengembalian keuntungan yang diberikan untuk menjalankan operasional sebuah bisnis,dari awal pendirian bisnis maupun untuk pengambangan bisnis.
Dalam bahasa umum, banyak pelaku usaha yang menyebut ROI ini sebagai laba, dikarenakan secara singkat ROI sebetulnya menyatakan keuntungan yang diperoleh suatu usaha terkecuali dibandingkan dengan modal yang sudah dikeluarkan sebagai investasi untuk usaha tersebut. Namun, sebetulnya makna yang satu ini mempunyai arti berlainan dari yang banyak diketahui dan dimengerti oleh orang-orang.
RUMUS PERHITUNGAN ROI
ROI dapat dihitung dengan rumus berikut:
- ROI = (nilai investasi saat ini + pemasukan dari investasi tersebut - nilai investasi awal) / nilai investasi awal + pengeluaran lain terkait investasi tersebut x 100%
- Nilai investasi saat ini
Untuk menghitung tingkat Return of Investment yang dimiliki oleh sebuah bisnis, seorang pelaku usaha harus tahu terlebih dahulu berapa nilai investasi yang sudah dikeluarkan tersebut jika dihitung dengan nilainya saat ini. - Pemasukan dari investasi tersebut
Seorang pelaku usaha yang menerima suntikan dana yang segar sebagai investasi untuk bisnisnya tentu tidak akan membiarkan investasi tersebut tanpa fungsi yang berarti, bukan? Umumnya investasi akan digunakan sebagai modal awal untuk mendirikan sebuah bisnis maupun untuk biaya pengembangannya. - Nilai investasi awal
Komponen penghitungan yang satu ini didapatkan dari besarnya investasi yang diberikan atau diterima secara apa adanya. Semisal seorang investor menanamkan modal sebesar Rp1.000.000, nilai investasi awal yang dimasukkan ke dalam rumus, kapan pun penghitungan tersebut dilakukan, akan tetap sebesar Rp1.000.000 tanpa ada perubahan sama sekali. - Pengeluaran terkait investasi
Dalam penghitungan Return of Investment, biaya yang dikeluarkan dalam berinvestasi dihitung sebagai beban investasi itu sendiri. Karenanya, komponen biaya yang satu ini juga harus dimasukkan ke dalam pembagi ketika menghitung ROI. - Perhitungan dalam persen
Jangan lupa bahwa Return of Investment selalu dihitung dalam bentuk persen. Karenanya, saat menerapkan rumus ROI, angka 100% selalu digunakan sebagai pengali di bagian akhir.
Mengapa Perlu melakukan perhitungan ROI?
Dengan mengkalkulasi tingkat pengembalian bisnis, seorang pelaku usaha dapat lebih mudah di dalam meyakinkan calon-calon investor baru untuk turut berinvestasi di di dalam pengembangan bisnisnya, lebih-lebih jikalau tingkat pengembalian investasi yang diperoleh tergolong tinggi.
Apabila berasal dari penghitungan ROI diketahui bahwa tingkat pengembalian investasinya tergolong rendah atau apalagi berada di posisi minus, pelaku usaha dapat sesuaikan style bisnisnya secara cepat untuk menangani kerugian selanjutnya alih-alih konsisten melanjutkan style usaha yang mirip dan tidak menguntungkan.
Pertumbuhannya pun dapat dipantau berasal dari periode ke periode karena penghitungan ROI umumnya dijalankan per periode investasi sebagai analisis berkala.
Tanpa tersedia penghitungan ROI, seorang pelaku usaha akan tersedia persoalan untuk menentukan progress dari pengembangan bisnisnya, supaya akan terjebak terhadap langkah yang mirip secara konsisten menerus tanpa dapat bangkit dan menambah pendapatan bisnisnya. Jika kondisi ini konsisten dibiarkan, pasti usaha akan merugi atau sukar berkembang. Inilah mengapa ROI menjadi perlu di dalam analisis laba rugi sebuah bisnis.
Tanpa tersedia penghitungan ROI, seorang pelaku usaha akan tersedia persoalan untuk menentukan progress berasal dari pengembangan bisnisnya, supaya akan terjebak terhadap langkah yang mirip secara konsisten menerus tanpa dapat bangkit dan menambah pendapatan bisnisnya. Jika kondisi ini konsisten dibiarkan, pasti usaha akan merugi atau sukar berkembang. Inilah mengapa ROI menjadi perlu di di dalam analisis laba rugi sebuah bisnis.