Tren digital marketing di tahun 2024 diprediksi akan mengalami banyak perubahan, hal ini penting untuk diperhatikan bagi para marketer untuk memahami tren terbaru agar mampu mengembangkan strategi digital marketing yang efektif.
Dalam menghadapi tantangan ini, para marketer perlu menjaga keberhasilan dengan memanfaatkan teknologi dan memahami perubahan perilaku konsumen. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam dunia digital marketing yaitu konten, penggunaan kecerdasan buatan dan penelusuran suara.
Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa prediksi tren digital marketing yang diperkirakan akan mendominasi dunia digital marketing di tahun 2024.
Pemanfaatan Artificial Intelligence dan Machine Learning
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) diprediksi akan berdampak signifikan dalam industri digital marketing di tahun 2024. Kedua teknologi ini dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran, meningkatkan pengalaman konsumen, dan memperkuat efisiensi operasional.
Faktanya, menurut McKinsey , AI generatif dapat berkontribusi hingga $4,4 triliun pada produktivitas global tahunan. Analisis menemukan bahwa pemasaran dan penjualan adalah salah satu dari empat kelompok fungsional yang diperkirakan dapat memperoleh 75% dari gabungan nilai ini.
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa akibat dampak AI, produktivitas pemasaran saja dapat meningkat antara 5% dan 15% dari total pengeluaran pemasaran, senilai sekitar $463 miliar per tahun.
Tiktok Semakin Berkembang
TikTok menjadi salah satu platform media sosial paling populer di dunia. Di tahun 2024, TikTok diperkirakan akan semakin mendominasi pasar digital marketing. Hal ini dikarenakan TikTok memiliki potensi untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda.
Pada tanggal 11 Desember 2023 lalu, TikTok dan Tokopedia resmi mengumumkan kemitraan strategis mereka. Kemitraan ini menggabungkan kekuatan TikTok sebagai platform media sosial populer dengan Tokopedia sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia. Ini menjadi salah satu langkah tiktok untuk meningkatan penjualannya.
Influencer Tetap Populer, Namun Menjadi Lebih Spesifik
Sebanyak 87 persen konsumen Indonesia masih memutuskan melakukan pembelian berdasarkan rekomendasi yang datang dari influencer atau pemengaruh dan selebritas terkemuka. Kategori barang yang banyak dibeli mulai dari pakaian, produk kecantikan, gawai, konten hiburan, barang kebutuhan sehari-hari, hingga layanan keuangan dikutip dari JAKARTA, KOMPAS.
Maka dari itu, influencer marketing masih menjadi salah satu strategi digital marketing yang efektif. Di tahun 2024, influencer marketing diperkirakan akan semakin populer, namun dengan pendekatan yang lebih spesifik. Hal ini dikarenakan konsumen saat ini lebih tertarik pada influencer yang memiliki kesamaan dengan mereka.
Influencer yang memiliki kesamaan dengan audiens dapat lebih dipercaya dan dihargai oleh audiens. Oleh karena itu, pelaku digital marketing perlu memilih influencer yang tepat untuk target audiens mereka.
Short Video Mendominasi Platform Media Sosial
Short video telah menjadi tren yang semakin populer di berbagai platform media sosial. Pada tahun 2024, short video diperkirakan akan menjadi format konten yang mendominasi di platform media sosial. Ini karena short video lebih mudah dikonsumsi dan dibagikan oleh pengguna.
Platform konten berbasis video seperti YouTube Shorts, TikTok, dan Instagram Reels telah menjadi sarana yang kuat untuk mencapai tujuan pemasaran digital yang lebih luas. Menurut data terbaru, ada 1 milliar pengguna aktif tiktok setiap bulan. Salah satu daya tarik platform ini adalah algoritma yang pintar yang memungkinkan pengguna melihat konten yang sesuai dengan preferensi mereka. TikTok memiliki peluang yang sangat tinggi untuk memasarkan secara digital.
Pengoptimalan Voice Search (Pencarian Suara)
Salah satu tren utama di tahun 2024 adalah peningkatan pengunaan pencarian suara dan dampaknya terhadap optimasi mesin pencari (SEO). Dengan popularitas yang terus berkembang dari asisten suara seperti Siri dan Alexa.
Oleh karena itu, bisnis perlu menyesuaikan strategi SEO mereka agar sesuai dengan kebutuhan berbasis suara. dengan berkonsentrasi pada kata kunci panjang dan pemrosesan bahasa alami untuk memastikan konten mereka cocok untuk penelusuran suara.
Penelusuran suara mengubah cara orang berinteraksi dengan mesin pencari. Alih-alih mengetik pertanyaan di bilah pencarian, cukup menanyakan dengan lantang dan asisten suara akan memberikan jawaban yang paling tepat.
Perubahan perilaku penelusuran ini mengharuskan bisnis mengoptimalkan konten mereka untuk penelusuran suara.
Dengan menggabungkan bahasa percakapan dan menjawab pertanyaan umum, bisnis dapat meningkatkan peluang mereka untuk muncul di hasil penelusuran suara.